BLOGGER TEMPLATES AND Tagged Layouts »

Senin, 26 Maret 2012

Sabtu, 28 Januari 2012

28 januari 2012

,, mantra suku mana yang bisa mendekatkan hati qtaa ,,
,, lagu cinta mana yang bisa mnyatukan hati qtaa ,,
,, ato mmang tak prnah  add ,, dan qta tapaki spanjangg ketahmungkinan ,
,, hujan tanpa awan dan kau terlau minyak bagii air speri qqu ,,

Jumat, 20 Januari 2012

Penghinatan Cinta.qq

,, aqq slah ngrtiin qmuu jdi uraangg yg baikk bgii aqq ,, tpi tryata qmuu sama ajh am ygg laai ,, aqq myeseel bnget pcran sama qmuu ,, aqq bncii qmuu ,,
,, andai waktu bisaa di ulangg ya allah ,, aq mggk akn ptusin pcar aqq ,, demi urangg kaya qmuu ,, smogaa qmuu erasain ap ygg aqq rasain tpii mngkin lbih sakit dri ini ,,

Rabu, 30 November 2011

Melienaa

Melienaa



J-ROCKS dibentuk pada 9 november 2003 dengan personil IMAN (vocal & guitar),SONY (guitar),WIMA (bass) dan ANTON (drum). Adanya kesamaan selera terhadapa lagu-lagu bercorak JAPANESE ROCK. Pengaruh itulah yang kebanyakan mereka kembangkan di album "TOPENG SAHABAT" (2005-Aquarius) J-ROCKS sendiri bisa mendapatkan kontrak rekaman dengan aquarius setelah memenangkan sebuah kompetisi band bertajuk "GET STARTED" yang diadakan pada 2004 oleh sebuah produk minuman nescafe,selain di album "TOPENG SAHABAT" dan "SPIRIT" J-ROCKS juga menyumbangkan karya lagunya yang berjudul "INTO THE SILENT" dan "SERBA SALAH" untuk album OST "DEALOVA".

Melienaa



Banyak jalan menuju roma, Banyak cara untuk memasukkan idealisme bermain gitar dalam sebuah konsep musik yang berformat pop. Cara berpikir seperti itulah yang diterapakan kedua gitaris J-ROCKS,Iman Taufik Rachman dan Sony Ismail Robbayani saat menggarap album SPIRIT (2007-AQUARIUS MUSIKINDO). Keduanya mengakui meskipun musik yang mereka bawakan bercorak pop plus lirik yang berkisar pada masalah cinta tapi unsur gitar tetap harus menonjol. Nah itu dia kami selalu memikirkan porsi gitar saat bikin lagu. Bahkan beberapa part gitar di lagu-lagu yang sebelumnya sudah dibuat bisa berkembang lagi saat rekaman di studio biasa, Tangannya pada gatal ungkapan SONY sambil tertawa. Makanya saat mendengarkan komposisi lagu-lagu di album SPIRIT yang beraneka ragam (menurut IMAN dibangun dengan pengaruh music QUEEN,L'ARC~EN~CIEL,MUSE,AVENGED SEVENFOLD hingga blues dan klasik), performa gitar solo selalu terdengar unik. Dan disana-sini hampir selalu terdengar jual-beli permainan SKILL yang presisi dari SONY dengan garukan eksperif bergaya BLUESY dari iman. Salah satu contoh misalnya di lagu "TERSESAL" IMAN memang lebih cenderung ke porsi yang SOULFUL lebih kotor model SRV (Steve Ray Vaughan) gitu. Gue sendiri lebih ke yang teknikal tutur SONY memberi alasan. Berada dalam sebuah band yang diperkuat dua gitaris berkemampuan jempolan biasanya kerap kali melahirkan benturan-benturan ego. Tapi bagi IMAN dan SONY masalahnya seperti itu selalu bisa mereka atasi. Karena kami masing-masing mengerti porsinya. Tak ada pembagian siapa yang harus ritem atau lead. Kalau memang misalnya lebih cocok dimainkan SONY berarti dia yang mainin tandas IMAN si pengagum JIMI HENDRIX. Lagipula timpal SONY karakter sound yang dimainkan mereka berdua selalu berbeda. Jadi kendati keduanya harus bermain pada part yang sama, tak akan ada bentura. Misalnya pada saat porsi ritem, biasanya akan terbentuk HARMONISASI di mana SONY bermain pada nada tinggi dan IMAN di sisi sebaliknya. Jadi frekuensinya malah menjadi lebar ujar gitaris yang antara lain mengagumi permainan STEVE VAI,EET SJAHRANIE,dan ANDRA RAMADHAN. Saat rekaman album "SPIRIT" SONY kebanyakan menjajal gitar MARLIQUE (sekarang bernama RADIX). Ia memang tercatat sebagai salah satu gitaris yang dikontrak khusus untuk menyandang merek gitar buatan dalam negeri tersebut. Sementar IMAN mendominasi permainannya dengan menggeber G&L ASAT Z-3. Selain itu IMAN juga mengakui sempat memainkan FENDER STRATOCASTER di beberapa lagu. Sekadar tambahan info gitar G&L yang dipakai IMAN terbilang sangat jarang di INDONESIA bahkan di DUNIA. Modelnya sedikit mengacu pada TELECASTER dan menggunakan tiga pickup unik bernama "Z-COLI". Konok G&L merupakan salah satu karya terbaik dari LEO FENDER yang dirancangnya pada tahun 1965. Produksinya cenderung dalam jumlah terbatas namun banyak mendapat pujian dari para gitaris akan kualitasnya. Kembali ke proses rekaman album "SPIRIT" SONY dan IMAN rupanya tidak menganut teknik rekaman gitar yang rumit. Semuanya dilakukan dengan metode DIRECT ke MIXER. Jauh lebih efisien dan hasilnya tidak mengecewakan, tandas SONY untuk mendapatkan beragam sound yang merekam inginkan, keduanya hanya menggerayangi perangkat multiefek DIGITECH GNX3000. Tapi untuk kepentingan penampilan di panggung barulah SONY mau sedikit bersusah payah.

Rabu, 23 November 2011

Melinaa ank wadon Dewex

.

Selengkapnya silahkan dibaca di: http://bundanail

mber : http://bundanaila.blogspot.com)
TAK CUKUP HANYA CINTA

“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.
“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.
“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.
Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.
“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.
“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”
“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tea.blogspot.com/2007/01/tak-cukup-hanya-cinta.html